Minggu, 16 Januari 2011

Gadis Rusia Tak Sadar Tertusuk Pisau


Moskow - Menyangka dirinya lolos dari usaha perampokan, Julia Popova tak sadar bahwa sebilah pisau masih menancap sedalam 15 cm di punggungnya. Duh!

Kisah gadis berusia 22 tahun itu langsung menjadi perbincangan yang heboh di negaranya. Terutam setelah berbagai suratkabar di Moskow, Jumat (5/2), memberitakannya. Julia mengklaim ia tak merasakan apa-apa, sehingga tak tahu pisau itu masih menancap.

Pekerja sosial itu mengakui dirinya sempat diserang seorang perampok yang mengambil tas tangannya. Setelah kejadian itu, Julia berjalan pulang ke rumah orangtuanya selama 40 menit.

"Julia terlalu syok sehingga tubuhnya tak mengolah rasa sakit akibat karena pisau itu," demikian dikatan tim medis yang memberi perawatan pada Julia dan mengambil gambarnya. Ketika orangtuanya terkejut itulah, baru ia menyadari ada pisau tertancap tepat di tulang, bagian belakang lehernya.

Gambar Julia tertancap pisau sempat diduga rekayasa. Namun banyak yang meyakinkan bahwa gambar itu asli. Tempat tinggal Julia sengaja tidak diekspos agar si gadis yang saat ini dalam kondisi sehat itu bisa kembali menjalani kehidupannya dengan normal.

NASA Temukan Planet Berbatu Mirip Bumi


WASHINGTON - Sebuah teleskop NASA telah menemukan planet kecil di luar tata surya kita dan kondisinya berbatu sama seperti Bumi.

Sayangnya planet tersebut suhunya terlalu panas untuk mendukung kehidupan. Di satu sisi planet tersebut bersuhu sekira 2.700 derajat Fahrenheit atau 1.500 derajat celsius.

Planet tersebut bernama Kepler 10-b, yang diambil dari nama teleskop yang menemukannya. Demikian seperti dari Daily Mail, Selasa (11/1/2011).

Ilmuwan dari NASA, Natalie Batalha, mengatakan bahwa planet tersebut berukuran sekira 1,4 kali dari Bumi dan memiliki massa sekira 4 1/2 kali planet kita.

Para ahli astronom juga telah menemukan planet lainnya di luar tata surya kita yang massa-nya mirip dengan Bumi, tapi tidak ada yang semirip ini dalam ukuran diameter.


Alasan mengapa planet ini terlalu panas untuk ditinggali oleh mahkluk hidup adalah, jaraknya yang 20 kali lebih dekat dengan bintang induknya, dibandingkan jarak planet Merkurius dengan matahari kita.

Misteri Planet X dan Planet Nibiru



Bagian luar tata surya masih memiliki banyak planet-planet minor yang belum ditemukan. Sejak pencarian Planet X dimulai pada awal abad ke 20, kemungkinan akan adanya planet hipotetis yang mengorbit Matahari di balik Sabuk Kuiper telah membakar teori-teori Kiamat dan spekulasi bahwa Planet X sebenarnya merupakan saudara Matahari kita yang telah lama “hilang”. Tetapi, mengapa kita harus cemas duluan akan Planet X/Teori Kiamat ini? Planet X kan tidak lain hanya merupakan obyek hipotetis yang tidak diketahui?

Jauh sebelum Pluto ditemukan, astronom dunia terpikat untuk mencari kemungkinan keberadaan sebuah benda lain di luar orbit Neptunus. Pada tahun 1843, John Couch Adams mempelajari gangguan orbit yang terjadi di Uranus dan dari interaksi gravitasi ia menyimpulkan ada planet ke delapan yang mengganggu planet gas raksasa tersebut.

Hal ini jugalah yang membawa manusia pada pencarian planet ke delapan dan pada akhirnya menemukan Neptunus mengorbit Matahari pada jarak 30 SA. Ternyata, Neptunus juga mengalami hal yang sama dengan Uranus. Ia mengalami gangguan orbit dan diperkirakan ada planet lain yang menggangu orbitnya seperti halnya Uranus.

Tahun 1930, Pluto ditemukan tengah bersembunyi di balik kegelapan di tepi Tata Surya. Dan segera pula diketahui kalau Pluto itu kecil, dan ia bukan planet X yang dicari.
Maka pencarian pun diteruskan..

Selama 80 tahun terakhir, para astronom telah melakukan pencarian apakah ada planet raksasa lainnya yang ada di luar Neptunus. Namun pada kenyataannya yang ditemukan adalah sejumlah obyek di sabuk Kuiper dan beberapa di antaranya sekarang didefinisikan sebagai planet katai.

Dan lagi-lagi tak ada planet X yang ditemukan. Bahkan si X ini justru disinonimkan dengan teori konspirasi, maupun hari kiamat. Dan juga dikaitkan dengan planet Nibiru, sebuah planet hipotetik dari bangsa Sumeria yang sebenarnya tak ada kaitannya sama sekali dengan istilah planet X yang sebenarnya.
Sabuk Kuiper (Kuiper Belt)

Tak pelak setahun terakhir ini, isu kiamat 2012 merebak kencang. Ketakutan dan kekhawatiran muncul.. berbagai pertanyaan terlontar. Ada yang mengatakan ada sebuah planet mistis yang akan muncul di bagian dalam Tata Surya pada tanggal 21 Desember 2012. Isu ini jelas-jelas menyesatkan bahkan ketakutan tentang planet X sama sekali tak beralasan.

Pada kenyataannya, planet X merupakan sebutan untuk planet yang belum diketahui atau belum teridentifikasi, khususnya untuk pencarian planet masif di luar orbit Neptunus, di era pre-Pluto (sebelum Pluto ditemukan). Dan Planet X ini merupakan perjalanan pencarian yang luar biasa menyenangkan yang dialami para astronom dan mencapai puncaknya saat Pluto ditemukan.

Teori-teori ini didorong pula dengan adanya ramalan suku Maya akan kiamat dunia pada tahun 2012 (Mayan Prophecy) dan cerita mistis Bangsa Sumeria tentang Planet Nibiru, dan akhirnya kini memanas sebagai “ramalan kiamat” 21 Desember 2012. Namun, bukti-bukti astronomis yang digunakan untuk teori-teori ini benar-benar melenceng.

Pada 18 Juni kemarin, peneliti-peneliti Jepang mengumumkan berita bahwa pencarian teoretis mereka untuk sebuah massa besar di luar Tata Surya kita telah membuahkan hasil. Dari perhitungan mereka, mungkin saja terdapat sebuah planet yang sedikit lebih besar daripada sebuah objek Plutoid atau planet kerdil, tetapi tentu lebih kecil dari Bumi, yang mengorbit Matahari dengan jarak lebih dari 100 SA. Tetapi, sebelum kita terhanyut pada penemuan ini, planet ini bukan Nibiru, dan bukan pula bukti akan berakhirnya dunia ini pada 2012. Penemuan ini adalah penemuan baru dan merupakan perkembangan yang sangat menarik dalam pencarian planet-planet minor di balik Sabuk Kuiper.

Dalam simulasi teoretis, dua orang peneliti Jepang telah menyimpulkan bahwa bagian paling luar dari Tata Surya kita mungkin mengandung planet yang belum ditemukan. Patryk Lykawa dan Tadashi Mukai dari Universitas Kobe telah mempublikasikan paper mereka dalam Astrophysical Journal. Paper mereka menjelaskan tentang planet minor yang mereka yakini berinteraksi dengan Sabuk Kuiper yang misterius itu.


Pencarian Planet X

Sejak Percival Lowell menyatakan kalau ada planet lain di luar sana yang mengganggu orbit Neptunus, pencarian pada planet asing itu pun dimulai. Tahun 1930, saat Clyde Tombaugh menemukan Pluto, bisa dikatakan penemuan ini membenarkan teori Lowell. Sayangnya di era 1970-an diketahui kalau Pluto terlalu kecil untuk dapat menimbulkan gangguan pada orbit planet, dalam hal ini planet gas raksasa seperti Neptunus.

Seiring berjalannya waktu dan teknik yang makin berkembang, gangguan yang pernah diperkirakan ada pada orbit Neptunus ditemukan merupakan kesalahan dalam observasi. Karena itu tak lagi diperlukan keberadaan planet X, benda planet hipotetik tidak lagi diperlukan untuk diperhitungkan dalam gangguan orbit tersebut. Tapi, pengamatan benda-benda di Sabuk Kuiper justru memperkuat kembali pencarian planet X dan X disini bermakna belum teridentifikasi. Jadi yang dicari adalah sebuah benda yang belum diketahui dan belum diidentifikasi.

Sabuk Kuiper merupakan area di ruang angkasa di lingkungan Pluto. Di area ini terdapat banyak benda berupa es dan batuan yang berhasil diamati. Dengan perkembangan teknologi dalam observasi, berbagai benda kecil semakin mudah diamati di area Tata Surya dan di sistem lainnya di luar Tata Surya. Saat ini para peneliti telah berhasil melakukan plot distribusi obyek Sabuk Kuiper (Kuiper Belt Object / KBO).

Dalam sebaran KBO dari 30 – 50 SA, pada kisaran jarak 50 SA sabuk Kuiper berakhir begitu saja. Kondisi ini dikenal dengan nama Jurang Kuiper dan sangat sedikit obyek yang bisa diamati di balik titik ini. Dan diyakini kalau kondisi tersebut disebabkan keberadaan sebuah obyek yang lebih besar dari Pluto dan lebih kecil dari Bumi. Sampai saat ini belum ada benda lain yang ditemukan di area tersebut namun Jurang tersebut memang ada setelah jarak 55 SA.

Para pencari planet X, mengindikasikan ada planet kecil yang mengorbit pada jarak 60 SA atau ada pula planet masif yang 50% lebih besar dari Jupiter berpatroli di angkasa pada jarak 1000 SA. Tapi tetap tidak ada bukti kuat untuk mendukung teori ini dan tidak ada hasil pengamatan yang bisa mengkonfirmasi keberadaan planet tak dikenal tersebut.

V838 Mon, Objek yang diduga sebagai Planet X atau Nibiru.

Lorenzo Iorio dari National Institute of Nuclear Physics di Pisa, Italia, menggunanakan data orbit dari pengamatan selama bertahun-tahun dan mencoba mengkalkulasi jarak orbit terdekat bagi sebuah planet masif untuk mengorbit jika planet tak dikenal ini memang ada. Dan jika planet ini ada dan berada cukup dekat, keberadaan gravitasinya pasti akan langsung terdeteksi dan bisa dengan mudah pula mendeteksi gangguan yang diakibatkan pada dinamika planet dalam.

Hasilnya, seluruh planet yang memiliki massa Mars dan lebih besar dari Mars telah ditemukan di Tata Surya. Hasil komputasi Iorio menunjukkan jarak minimum untuk planet bermassa Mars, Bumi, Jupiter dan juga bermassa Matahari bisa berada pada jarak 62 SA, 430 SA, 886 SA dan 8995 SA. Sebagai perspektif, Pluto memiliki jarak rata-rata 39 SA.

Jika kita berandai-andai, katakanlah ada sebuah planet masif yang disebut planet X berpatroli di luar Pluto. Menurut para penggemar teori planet X dan kiamat, si planet X ini akan mengganggu orbit planet-planet di Tata Surya dan kemudian masuk dan menyebabkan kehancuran pada Bumi. Ternyata ada masalah lain yang menggagalkan teori tersebut.

Jika planet tak dikenal atau si planet X ini memang ada dengan ukuran yang cukup, katakanlah seukuran Pluto maka menurut David Jewitt obyek tersebut tentunya sudah bisa diamati saat ini jika ia mengorbit sampai jarak 320 SA dari Matahari. Dan di luar jarak itu tidak ada massa signifikan yang bisa ditemukan, jika massa Pluto dianggap signifikan.

Apakah planet X adalah planet Nibiru ?


Pada tahun 1976, sebuah buku kontroversial berjudul The Twelfth Planet atau Planet Kedua belas ditulis oleh Zecharian Sitchin. Sitchin telah menerjemahkan tulisan-tulisan kuno Sumeria yang berbentuk baji (bentuk tulisan yang diketahui paling kuno). Tulisan berumur 6.000 tahun ini mengungkapkan bahwa ras alien yang dikenal sebagai Anunnaki dari planet yang disebut Nibiru, mendarat di Bumi. Ringkas cerita, Anunnaki memodifikasi gen primata di Bumi untuk menciptakan homo sapiens sebagai budak mereka.
Gambaran sosok Anunnaki
Ketika Anunnaki meninggalkan Bumi, mereka membiarkan kita memerintah Bumi ini hingga saatnya mereka kembali nanti. Semua ini mungkin tampak sedikit fantastis, dan mungkin juga sedikit terlalu detail jika mengingat semua ini merupakan terjemahan harfiah dari suatu tulisan kuno berusia 6.000 tahun. Pekerjaan Sitchin ini telah diabaikan oleh komunitas ilmiah sebagaimana metode interpretasinya dianggap imajinatif.

Meskipun demikian, banyak juga yang mendengar Sitchin, dan meyakini bahwa Nibiru (dengan orbitnya yang sangat eksentrik dalam mengelilingi Matahari) akan kembali, mungkin pada tahun 2012 untuk menyebabkan semua kehancuran dan terror-teror di Bumi ini. Dari “penemuan” astronomis yang meragukan inilah hipotesis Kiamat 2012 Planet X didasarkan. Lalu, bagaimanakah Planet X dianggap sebagai perwujudan dari Nibiru?

Kemudian terdapat juga “penemuan katai coklat di luar Tata Surya kita” dari IRAS pada tahun 1984 dan “pengumuman NASA akan planet bermassa 4-8 massa Bumi yang sedang menuju Bumi” pada tahun 1933. Para pendukung hipotesis kiamat ini bergantung pada penemuan astronomis tersebut, sebagai bukti bahwa Nibiru sebenarnya adalah Planet X yang telah lama dicari para astronom selama abad ini. Tidak hanya itu, dengan memanipulasi fakta-fakta tentang penelitian-penelitian ilmiah, mereka “membuktikan” bahwa Nibiru sedang menuju kita (Bumi), dan pada tahun 2012, benda masif ini akan memasuki bagian dalam Tata Surya kita, menyebabkan gangguan gravitasi.

Dalam pendefinisian yang paling murni, Planet X adalah planet yang belum diketahui, yang mungkin secara teoretis mengorbit Matahari jauh di balik Sabuk Kuiper.

Jika penemuan beberapa hari lalu memang akhirnya mengarah pada pengamatan sebuah planet atau Plutoid, maka hal ini akan menjadi penemuan luar biasa yang membantu kita memahami evolusi dan karakteristik misterius bagian luar Tata Surya kita.


Inilah Tanda Baru Bahwa Mars Dapat Dihuni


Pencarian planet-planet baru yang bisa dihuni masih belum berhenti. Misi lama, seperti mencari tanda-tanda kehidupan di Mars dan kemungkinan bahwa planet itu bisa dihuni hingga kini masih dijalankan. Menggunakan spektrometer Mars Reconnaissance Orbiter milik NASA, para peneliti dari Brown University baru-baru ini menemukan gundukan mineral silika di Planet Mars. Mereka menemukannya di daerah planet yang disebut Syrtis Major, tepatnya di wilayah gunung berapi Nili Patera yang berusia 3,7 miliar tahun.

Melihat letaknya yang ada di dekat gunung berapi, peneliti menduga bahwa gundukan silika itu berasal dari sumber air panas yang pernah ada di wilayah itu. Gundukan itu terbentuk ketika air panas keluar dan melarutkan batuan, membuatnya kaya akan mineral silika yang berasal dari batuan. Ketika air mendingin dan kontak dengan udara, material yang disebut hydrated silika terbentuk dan menyusun gundukan yang kini ditemukan.

Adanya gundukan silika yang berasal dari sumber air panas ini, menurut peneliti, merupakan salah satu tanda bahwa ada lingkungan kecil di Planet Merah yang bisa dihuni. 'Ketika Anda punya air dan panas, seperti yang terdapat di tempat ini, Anda punya kesempatan untuk tinggal dan hidup,' kata John Mustard, profesor geologi yang terlibat dalam penelitian ini.

Peneliti lain, JR Skok, yang juga berasal dari universitas yang sama, menduga bahwa adanya sumber air panas itu paling tidak menandakan, pernah ada kehidupan primitif, seperti mikroorganisme. Jika hipotesis tersebut benar, maka ia mengungkapkan, 'Akan sangat mungkin untuk menemukan kumpulan fosil mikroorganisme di wilayah itu.'

Sejauh ini, belum ada bukti nyata tentang adanya kehidupan di Mars. Namun, temuan adanya silika di Mars ini bukanlah yang pertama. Penemuan sebelumnya pernah dilakukan pada tahun 2007 oleh misi Mars Spirit milik NASA. Keunikan temuan ini adalah adanya gundukan silika yang utuh.

Hasil penelitian ini dipublikasikan oleh John Mustard dan JR Skok di jurnal Nature Geoscience tanggal 31 Oktober 2010. Ke depan, para peneliti berharap bisa mendeteksi seberapa mungkinkah lingkungan ini untuk dihuni, misalnya dengan melihat temperatur dan keasamannya.

Aneh Sungai Dengan Air Berwarna Aneh Sungai Dengan Air Berwarna Hijau

"Sungai Goldstream di Kanada 'gagal hidup' sesuai namanya yang berarti 'aliran emas' saat airnya secara aneh berubah menjadi hijau terang atau hijau neon.

Sungai yang melintasi kota Langford di British Columbia, nampak seperti hasil akhir bencana radioaktif.


Belakangan diketahui, penyebab berubahnya air sungai yang awalnya misterius itu ternyata adalah akibat dari pemakaian senyawa organik yang digunakan sebagai pewarna untuk menguji sistem air.

Namun, pejabat setempat mempertanyakan kejadian tersebut. Sebab, saat itu tak ada tes yang dilakukan.

Adalah Tyson Elder(24) dan teman-temannya yang menyusuri sungai untuk memoto elang botak atau Bald Eagles saat melihat air sungai berwarna hijau terang pada 29 Desember 2010.

'Dari kejauhan yang bisa aku lihat adalah warna hijau terang,' kata dia, seperti dimuat Daily Mail, 12 Januari 2011. 'Melihat sesuatu berwarna seterang itu sangat tak terduga dan agak mengerikan, terutama karena wilayah itu adalah tujuan wisata populer.'

Pada musim dingin, tambah dia, elang-elang gundul diketahui bersarang di sekitar sungai itu, Tyson dan rekan-rekannya khawatir berubahnya warna air sungai mengancam jiwa para binatang.

Berita aliran sungai berwarna hijau neon menyebar cepat setelah Tyson mengunggah gambar itu di Twitter-nya.

Kata Tyson, saat itu, warna hijau menyebar sepanjang 400 meter selama sekitar 3 jam. Tak hanya mengambil gambar, ia dan rekannya juga merekam dan mengunggahnya ke YouTube. Video itu langsung melejit dan ditonton lebih dari 550 ribu orang.

Sebaliknya, kepala pemadam kebakaran Langford, Bob Beckett menduga, warna hijau di sungai itu adalah kerjaan orang iseng. 'Itu seperti sebuah tipuan, kami akan menyelidiki kasus ini,' kata dia.

Apakah pewarna hijau membahayakan? Pejabat Kesehatan Vancouver mengatakan zat fluorescein, yang juga digunakan sebagai penanda dalam prosedur medis, meski tak beracun, dapat menyebabkan reaksi alergi.

'Itu tidak memiliki toksisitas yang tinggi, tetapi dapat menyebabkan reaksi alergi,' kata petugas medis, Murray Fyfe.

Sejauh ini tidak dilaporkan adanya kematian ikan atau binatang lain secara massal gara-gara sungai yang berubah jadi hijau. Menurut harian, Montreal Gazette, hanya dalam waktu satu jam, warna sungai kembali normal.

Persiapan menghadapi KIAMAT..!!!! di Norwegia


Sampai saat ini masih banyak sekali diperdebatkan mengenai sistem penanggalan Kalender Bangsa Maya/Maya yang menggemparkan tsb dimana diramalkan pada tahun 2012, tepatnya tanggal 21 Desember 2012, merupakan “End of Times” alias “Kiamat” .

Para ahli berusaha meredam skenario kiamat ini sebagai salah satu ramalan bohongan , tapi masih banyak sekali orang yang meramalkan dan percaya adanya kemungkinan bencana besar pada tanggal tersebut seperti digambarkan belakangan ini.

Hal ini juga dibuktikan dengan jika anda goggling “2012 the end of the world” akan ada sekitar 700.000 hit untuk anda klik. Lebih dari 6500 video telah diposting di YouTube.

Ribuan buku juga menulis mengenai hal itu, mengikuti sukses buku Daniel Pinchbeck: “2012: The Return of Quetzalcoatl,” yang terjual ribuan kopi tiap bulannya semenjak dirilis bulan Mei lalu.

Beberapa kelompok dari seluruh dunia sedang berkumpul dan mulai mempersiapkan dan menghitung mundur tanggal misterus yang telah dinanti-nanti tsb.

Bahkan Sebuah bangunan sangat kuat telah dibangun di Kutub Utara untuk menyimpan biji-bijian dari seluruh dunia resmi difungsikan baru-baru ini. Fasilitas yang disebut sebagai Kubah Kiamat (Doomsday Vault) ini dibuat di dalam sebuah gunung beku di Kepulauan Svalbard, Norwegia, 1100 kilometer dari kutub utara.


Kubah ini akan berfungsi untuk menyimpan biji-bijian dari seluruh dunia guna melindungi plasma nutfah. Harapannya, jika terjadi bencana besar yang melanda dunia termasuk seperti dalam ramalan Bangsa Maya tsb , biji-bijian yang disimpan di kubah itu akan bisa menjadi sumber penyelamat manusia sebelum terjadi kelaparan.






Percaya atau Tidak , Siapapun dia dan sesuci serta sejenius apapun diri seseorang tidak ada yang tahu pasti kapan kiamat itu tiba apalagi sampai berusaha untuk mencegah terjadinya hari yang Maha Dasyat tsb.

Hari itu adalah “Rahasia dan Kekuasaaan Ilahi”. Tidak ada pun mahluk yang mengetahui kepastiannya, termasuk seorang nabi, rosul bahkan malaekat sekalipun. Pada semua Kitab Suci pun tidak ada ayat atau keterangan mengenai kepastian terjadinya hari yang Maha Dasyat tsb. Yang ada hanyalah sebagian kecil dari tanda-tandanya. Itulah yang mungkin kita harus simak.

Semoga kita semua selalu dalam PerlindunganNya dan diselamatkan dari Hari yang Maha dasyat tersebut ……

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 

Copyright 2011 Info Info Unik is proudly powered by blogger.com | Design by Tutorial Blogspot Published by Template Blogger